GUDANG CERPEN

“Religius Destinasi”

 

Liburan tahun ini, Aku berlibur dengan teman-teman pemuda Hindu di pura. Tujuan kami yaitu kota Blitar, kami berangkat dari pura pukul 14.00. Sampai disana sekitar pukul 19.00. Rute perjalanan yang ditempuh melewati beberapa kota di Jawa Timur, yaitu Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Malang, dan Blitar. Sesampai disana kami mendaki bukit untuk mencapai pura yang ada diatas bukit. Puranya bertempat di desa Wlingi, Blitar. Sebelum melakukan persembahyangan, kami mandi terlebih dahulu. Persembahyangan dilakukan di pura Agung Arga Surya, Mandala Utama.

Selesai peribadatan, sebagian teman pemuda bermain gamelan yang ada di pura, dan aku pun mengiringi dengan melantunkan tembang-tembang jawa. Larut malam kami semua masih melantunkan tembang jawa. Tepat pukul 23.30 kami pun melakukan persembahyangan malam, dan bertepatan pula dengan malam tahun baru. Harapan di tahun baru tidak lupa aku haturkan. Kemudian kami menyalakan kembang api untuk meramaikan perayaan tahun baru. Tak terasa kantuk telah menghampiriku dan mata ini tak tahan lagi untuk menahannya, bergegaslah aku tidur. 

Paginya, di sekitar pura kami berlari-larian, sebab harus mengantri mandi. Tak lupa aku berfoto ria dengan latar belakang megahnya gunung Kelud. Selesai mandi, persembahyangan kembali dilanjutkan, dan kemudian kami menuju situs selanjutnya yang dikenal dengan  “Rambut Monte”. Sebuah petilasan yang dekat dengan lokasi pura, dan tak lupa kami melanjutkan persembahyangan lagi. Selesai peribadatan kami menikmati danau Rambut Monte yang dihiasi ikan-ikan keramat. Tetapi kami dapat menikmati gemercik air di sungai yang merupakan aliran air dari danau Rambut Monte, dengan mencuci muka. Raut muka bahagia mewarnai wajah kami, dan kami juga saling berfoto ria.

Destinasi selanjutnya, Candi Penataran yang berjarak kurang lebih 25 km dari Rambut Monte. Namun, disini kami tidak berlama-lama, dan bergegas pulang. Pukul 18.00 tibalah kami di rumah.

 

Oleh:

                                                                                                                Rio Anggara Parta/ X MM1

 

 

“Liburan Ke Kota Hujan”

 

Bandung adalah kota tujuan liburanku tahun ini, aku dan keluarga bergegas untuk berkemas. Selasa pagi, pukul 06.45 WIB pesawat tinggal landas. Sebelumnya kami menempuh perjalanan menuju bandara internasional Juanda Surabaya. Setibanya disana segera kami melangkahkan kaki menuju pintu masuk keberangkatan Domestik. Tepat pukul 06. 45 kami pun dipersilahkan masuk pesawat. Selama 45 menit kami menempuh perjalanan Surabaya-Bandung. Pukul 07.30 kami tiba di Bandung, dan tak lupa mengisi perut yang kosong. Selesai makan, kami pun mencari taksi untuk menuju penginapan yang berada tepat disebelah alun-alun Bandung. Sesampai di penginapan, kami segera melepas penat.

                Keesokan harinya, pukul 05.30 kami berjalan-jalan disekitar alun-alun Bandung sambil menikmati udara pagi yang sejuk. Banyak pedagang yang menggelar dagangannya disekitar alun-alun, dan terlintas di depan mataku, batagor ikan yang hangat. Aku pun tertarik untuk mencicipinya. Malam harinya kami menuju PVJ (Paris Van Java), pusat perbelanjaan tersohor di Bandung. Sepatu adalah tujuan pertamaku, tepatnya sepatu Vans, dan ternyata tidak mengecewakan, serta banderol harganya terjangkau. Tak perlu berpikir lama, aku pun segera merogoh kocek untuk segera memilikinya. Tak disangka, waktuku habis berkutat dengan sepatu Vans, dan aku tak sadar jika keluargaku tidak ada disekitarku. Aku mencari kemana-mana, berselang kemudian tampaklah olehku mereka menunggu di pintu keluar PVJ. Bergegaslah kami pulang, sesampai disana kami langsung “tepar” dan terlelap dalam mimpi.

                Destinasi selanjutnya kami menuju ke daerah Dago, dan mengunjungi tempat-tempat menarik lainnya. Keesokan harinya kami kembali ke Surabaya.

                                                                                                                               

                                                                                                                                                                Oleh:

                                                                                                                                                Dimas A. N. (X MM2)

 

 

“Rumah Ternyaman”

 

“Home Sweet Home” itulah kata yang sering kita dengar, ketika mendeskripsikan rumah sebagai tempat yang paling nyaman, aman, dan melindungi kitadi kala terik dan hujan. Seperti rumah pada umumnya, rumahku adalah tempat yang paling nyaman, aman, dan tenteram. Suasana yang sunyi di kala malam dan ramai di kala pagi. Rumahku cukup sederhana dengan satu lantai, memiliki dua kamar, satu ruang tamu, satu dapur, dan satu kamar mandi. Tempat yang sederhana tetapi menyenangkan dengan warna-warni cat yang menghiasi dinding rumah, dan menciptakan suasana rumah semakin cerah. Ungu, hijau, kuning, dan merah muda dimiliki oleh setiap ruangan di rumahku. Warna-warna itu sebagai penggambaran warna yang disukai keluargaku.

Aku mempunyai banyak sekali barang-barang elektronik maupun alat rumah tangga, jadi rumahku penuh sesak dengan barang-barang tersebut, tetapi semua tertata rapi. “Rumahku idamanku” itulah rencana kedepan keluargaku, untuk memperbaiki rumah agar terlihat besar dan cerah. Taman dan teras yang luas disekitar rumah sebagai pelengkap rumahku. Setiap malam, aku duduk di teras dan memandangi awan, serta menikmati suasanarumah yang aman dan tenang. Rumah ini merupakan rumah peninggalan dari kakek dan nenek dari ayahku. Sebenarnya rumah ini adalah rumah keluarga besar kakek dan nenek, tetapi telah dibagi menjadi lima bagian dan semua mendapatkan bagian yang sama rata. Itulah sekilas pemandangan di rumahku.

 

 

                                                                                                                                                Oleh:

                                                                                                                                Nadyatul Solikha (X MM2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Penantian Liburan”

Liburan adalah hal yang paling aku nanti-nantikan, karena dibalik itu semua orang tuaku berjanji akan mengajak aku, adik, dan nenekku untuk pergi ke sebuah desa dimana tante, om, dan adik sepupu tinggal. Saat liburan itupun tiba. Pagi-pagi sekali aku dan keluarga bersiap-siap untuk berangkat setelah semua selesai mengemasi barang bawaan. Kita pun berangkat dan tidak pula berdoa terlebih dahulu untuk keselamatan selama perjalanan. Setelah beberapa jam kami menaiki mobil, akhirnya sampai juga di kota Nganjuk, Jawa Timur.

Tante dan adik sepupuku menyambut kami semua dengan suka cita. Kami menginap disana selama dua hari satu malam. Tak disangka hari cepat berlalu dan tiba saat-saat kembali ke Surabaya, tapi ada hal yang berbeda saat kami kembali ke kota Pahlawan ini. Ya, dua adik sepupuku ikut serta bersama kami untuk menikmati masa liburan mereka di Surabaya.

Tante dan Om menyusul mereka dua hari kemudian. Ternyata tanteku tidak ingin segera pulang, namun ia mengusulkan untuk liburan keluarga. Destinasi yang dituju adalah Wisata Bahari Lamongan. Kami pun sepakat berangkat pada tanggal 26 Desember 2012, dan selama perjalanan kekompakanku dengan adik sepupuku semakin terjalin. Sebab kami hanya mengisi perjalanan dengan tidur.

Kami terbangun, tibalah di tempat tujuan. Buru-buru ayah mengantri tiket masuk. Masuklah kami akhirnya ke dalam wahana permainan, rumah hantu,  dan selanjutnya objek wisata rumah kaca yang mengasyikan. Tak lupa juga kami menonton bioskop dengan film 3D yang fantastis. Film itu menceritakan tentang seorang anak dan ayah yang tersesat di hutan. Mereka tersesat di hutan, dan sampailah di sebuah istana yang sangat menyeramkan. Disana tinggal seorang Drakula yang mengerikan. Kami sangat menikmatinya, sebab selain menonton kami juga ikut masuk ke dalam film dan merasakan betapa mengerikannya perjalanan tokoh film itu.

Akhirnya film selesai, saatnya kami beranjak pulang dengan suasana hati yang senang. “Hem, liburan yang fantastis,” pikirku.

 

                                                                                                                                Oleh:

                                                                                                                Ruwita Kusuma (X-MM2)

 

               

 

 

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: